Pengikut

Mengenai Saya

DKI Jakarta Terpadat, Jakut, tapi akhir-akhir ini Jakbar, Indonesia
sombong, sok, angkuh, nyolot, belagu, sifat dasar manusia yang amat teramat melekat di gue

Minggu, 23 Februari 2014

ketika Tuhan menjadi sumber masalah bagi anda dan saya, pantaskah?

Yesus itu Tuhannya orang Kristen sama orang Katolik.
Allah itu Tuhannya orang Islam.
Sidharta Gautama itu Tuhannya orang Buddha.
Dewa Wisnu itu Tuhannya orang Hindu.

Apa iya?
Sebanyak itukah Tuhan di semesta ini?

Saya memang belum memiliki pegangan keyakinan apapun sampai saat ini, tapi saya mengakui bahwa Tuhan itu ada.
Permasalahannya adalah Tuhan yang mana dari di atas tadi yang saya akui keberadaan-Nya?

Sedangkan anda, anda sepertinya telah berhasil mengidentifikasi keberadaan Tuhan anda.

Ketika nanti tiba saatnya saya menentukan Tuhan yang mana yang saya akui keberadaan-Nya, apakah Ia akan menjadi sumber masalah bagi anda dan saya?

Sabtu, 21 Desember 2013

monas dan cerita si kakek

jadi ceritanya barusan gue pergi ke monumen nasional atau yang dikenal oleh masyarakat luas sebagai monas. udah beda banget ya monas yang dulu ama monas yang sekarang, dulu disayang sekarang ku ditendang ~  *eh salah fokus*

gue inget waktu gue sd dulu, kelas empat sd kalo gak salah, sd gue ngadain study tour ke monas ini. samar-samar gue inget monas itu sebagai tempat yang sangat luas sekali pake banget. lapangannya tuh lapang banget deh pokoknya, apalagi pas naik ke atasnya, beugh itu pemandangannya bagus banget. intinya adalah bersih dan sepi. tapi barusan gue ke monas lagi, dengan tujuan ke pameran rumah murah, dan apa yang gue liat di sana itu melebihi ekspektasi gue loh. ya oke sih gue membayangkan gue akan pergi mengunjungi pameran rumah murah dimana bakal ada stand-stand bertenda yang berjejer dan bakal ada banyak orang yang berseliweran semacamnya sambil menyampah kertas brosur di jalanan, tapi gue rada linglung juga pas ngeliat di sana itu udah semacam dijadikan pasar malamnya para rakyat dimana sepanjang jalan dari pintu masuk sampe muterin monasnya juga isinya adalah orang jualan semua. ya emang banyak orang yang berseliweran dan juga banyak tenda-tenda yang berjejer dan apalagi sampahnya, tapi gue ga nyangka aja bakal se-riweuh itu. sedangkan stand pamerannya bisa diitung pake jari loh itu. oh iya dan satu lagi yang ga boleh ketinggalan gue ceritain, ada panggung dangdutnya loh! gede dan di tengah-tengah.

sebenernya tujuan pak gubernur baik, beliau ingin supaya rakyat menengah ke bawah ini punya hiburan yang menjangkau mereka. tapi mungkin, entahlah gue ga bisa menghakimi di sini, rakyatnya ini belum teredukasi dengan baik mengenai hubungan timbal balik antar profitabilitas dan lingkungan mereka. atau mungkin juga karena kurangnya kesiapan struktur petugas yang dititahkan untuk mengurus kebersihan dan keamanan lingkungan. apapun itu, intinya hari ini monas adalah kotor dan berantakan di mata gue.

tapi ya, terlepas dari itu, sebenernya gue juga menikmati suasana saat itu sih. gue berasa diajak kembali lagi oleh pemikiran bahwa seperti ini loh mungkin hidup nenek kakek gue dulu, seperti ini loh hiburannya, tempat-tempat kayak gini loh yang mungkin jaman nenek-kakek dulu sangat popular, ini loh mall-nya jaman kakek-nenek gue, barang kayak gini mungkin dulu uda sangat keren kali yak di mata kakek-nenek gue. dst.

klasik.

dan miris..

gue sempet beli kartu dan kertas minyak yang di-trik-in ama seorang kakek sehingga keliatannya dia itu pesulap. kakek tersebut menjajakan perlengkapannya di luar dari jejeran tenda-tenda yang ada di samping kiri-kanannya. hanya diterangi oleh lampu lilin satu buah, ia berada di tengah-tengah barisan tenda-tenda yang berdiri kokoh, sambil duduk di tengah jalanan dan hanya membawa satu kantong plastik hitam kresek ukuran besar. kerumunan orang-orang menarik gue untuk melihat apa yang terjadi di sana. dan di situlah kakek tersebut berteriak-teriak mengucapkan mantranya, "yak ini kartu-kartunya gambarnya merah, ambil wanitanya (kartu bergambar wanita), taruh di tumpukkan, ambil kartu yang ada di bawahnya, lalu putar, dan BRRRR BRRRR! wanitanya datang! wanitanya datang! mau wanitanya datang!" (lalu kakek tersebut menunjukkan gambar kartu tersebut telah berubah menjadi wanita). dan mungkin emang jodoh kali ya gue ketemu ama itu kakek, gue diminta untuk menjadi sukarelawan untuk melakukan trik sulapnya tersebut. pas gue ngelakuin itu trik, awalnya gue terheran-heran kenapa bisa berubah, apa gue nya emang se-magic itukah? apakah memang gue punya bakat sihir kah? jadi selama ini gue bisa terbang pake sapu dong?
dasar naif luh, rient! haha..
tapi pas nyoba yang kedua kalinya ga sengaja gue ngebuka sekilas tumpukan kartu itu, dan pupus sudahlah keinginan gue untuk balik ke kost naik sapu terbang. ya namanya sulap, pasti ada triknya lah. trik si kakek ini sayangnya mungkin terlalu cetek banget buat mereka yang iq-nya rata-rata. gue termasuk yang di atas rata-rata padahal.

setelah gue menjadi volunteer buat nyobain triknya dia yang pertama tadi ampe trik-triknya yang kertas minyak bisa ngilangin duit, gue sadar bahwa ini kakek bukan lagi mau nge-trik-in gue. dia bekerja. dengan modal kantong plastik kresek hitamnya, ia hanya membawa kartu yang terbuat dari kertas karton dan beberapa helai kertas minyak yang dipotong kecil-kecil. tapi dengan semangatnya mencari uang, ia mampu merubah bahan-bahan tersebut menjadi mainan sulap untuk menghibur anak-anak kecil dan menarik perhatian orang dewasa untuk mendekatinya. mungkin buat gue Rp2.000,00 itu cuman buat bayar wc umum di sekitaran situ doang. tapi entahlah arti Rp2.000,00 untuknya..

gue cuman ingin berbagi pemikiran aja sih buat yang ngebaca ini. coba deh lo pada pikir lagi, duit receh yang udah lo pada kasih buat yang menengadahkan tangan mereka di angkutan umum. sepadan gak sih mereka yang hanya menengadahkan tangan mereka dengan itu kakek yang musti teriak-teriak di tengah riuhnya suara  penyanyi dangdut belom lagi jalan kakinya dari rumahnya ampe masuk ke tengah-tengah monas gitu, gue aja yang naik busway udah gempor kakinya ngelilingin monas, apalagi itu kakek dengan umurnya yang harusnya udah tinggal istirahat di rumah nunggu cucunya pada dateng. dia cuman minta Rp2.000,00 saja dengan barter barang yang ditawarkannya, paling tidak dia mau berusaha  bekerja walaupun itu barang paling cuman buat jadi mainan adik-adik gue yang masih kecil-kecil. saran gue sih kalo lo pada nanti suatu hari ketemu ama orang jenis beginian, lo beli aja deh barang dagangannya, walaupun lo tuh ga butuh itu barang.



yak sekian dan terima kasih, saya mau lanjut skripsi dulu *lupa waktu abis curhat*.


Minggu, 13 Oktober 2013

Soe Hok Gie: Let The Dead Be Dead

"There are men and women so lonely they believe, God too is lonely"

Soe Hok Gie. 2008. "Catatan Harian Seorang Demonstran". Jakarta: LP3ES.

Minggu, 17 Desember 1961 (Catatan Harian Seorang Demonstran)

Minggu, 17 Desember 1961
 Pada suatu saat di mana kita berhenti.
Memandang ke belakang.
Dan Memberi salam .
(Mesra tapi sayu).
Masa lampau adalah seperti mimpi.
Terlupa dan berat menarik ke belakang.
Terkadang kecewa. 
Yang hilang, semua hilang. 
Seperti usus yang lenyap kelemasan.
Dan kecewa seperti Asvius yang patah hati.
Kemasakan dan juga kenaifan.
Keberanian dan pengkhianatan.
Apakah kita bisa bicara tentang nilai-nilai?
Sebelum dewasa? 


Soe Hok Gie. 2008. "Catatan Harian Seorang Demonstran". Jakarta: LP3ES.

Selasa, 03 September 2013

sepenggal narasi kisah aliran romantisme fresh graduate

we just didn't, that's all..

kemaren malem, tepatnya kemaren malemnya kemaren malem lagi, gue baru aja ngelakuin pembicaraan yang tergolong aneh menurut tata cara hukum sosial dalam menjalani hubungan.

gue ngomongin masalah tentang: me being nice to you.

siapa "me"?
siapa "you"?

mari kita anggap mereka adalah sepasang rekan yang aneh yang secara tidak sengaja terjebak dalam suatu situasi yang serupa.

jadi ceritanya mereka lagi bercakap-cakap di tengah malem, di kursi panjang kayu, di depan kostan orang, dengan pemandangan tukang nasi goreng di depan mereka yang ditinggalin ama abang ketoprak pulang kampung. merekapun memulai pembicaraan dengan sebungkus pisang coklat keju panggang yang baru dibeli tadi, dan beberapa kalimat emosional dari salah satu rekan. pembicaraan pun menjadi alot dan berlangsung lama. dan pada akhirnya tidak tercapai kesimpulan apa-apa. selalu seperti itu. hanya sepenggal kalimat esensial dengan lusinan lelucon ga jelas yang hanya dapat dimengerti oleh mereka, dan jakarta malam hari.

tapi itulah mereka. rekanan fresh graduate yang berusaha mencocokkan emosional mereka tanpa panduan dari buku petunjuk, hanya petuah dan hati.

sempat terjadi penawaran untuk salah satu rekanan supaya bisa bersikap manis dengan memberikan kalimat-kalimat sentimentil yang sangat out of character. dan walaupun sempat ditanggapi dengan mimik muka yang meremehkan, tetapi dapat terlihat jelas dari seringai yang terkembang pada wajah sang rekanan lainnya bahwa ia pun diam-diam menyukainya.

jadi bagaimana endingnya?

hanya sebentar, seperti memasak tumis kangkung umur dari penawaran yang diterima tersebut. kemudian mereka kembali lagi seperti sedia kala. seperti rekanan yang disebut sebagai "teman sangat baik", hanya saja ditambahi dengan beberapa adegan film ftv.

mereka membiarkan me being nice to you malam itu menjadi wacana kese-malam-an seperti wacana-wacana lain yang  biasa mereka tertawakan hampir setiap malam. dan seperti itulah.

me being nice to you just not really us.
because you and i appreciate you for who you are :)

Kamis, 04 Juli 2013

berhenti sejenak

uda lama ga ngepost ya guys! uda banyak sarang laba-labanya nih blog.
baru aja bersihin sarang gonggo di pojokan situ, eh ada lalet nempel, kasian..

ga bisa dipungkirin lagi alesan klasik karena uda lama ga ngepost, busy.
bisa diketahuin juga bahwa sebenernya itu bukan alesan yang bagus buat ngebela diri, toh buktinya aja sekarang ini gue lagi ngadepin UAS dan bukannya busy belajar jurnal-jurnal ga jelas dan yang ga pernah balance itu, eh gue malah memilih untuk ngepost. emang suka aneh manusia. tapi emang gue nya aja sih yang males hehe..

ga akan ngerasa memiliki kalo belom kehilangan

bagus ya kalimatnya, dalem pula maknanya #sotoy
perlu putus cinta dulu baru bisa ngerti secara mendetail banget biasanya sih. kan kalo orang putus cinta biasanya coklat pun berasa t*i kucing, apalagi nih kalimat, begh!

things will never get the same

ya emang, kayak lagunya Peterpa* "Tak Ada Yang Aba*i"
ada perjumpaan, ada perpisahan.
ada awal, ada akhir.
ada A, ada Z.
ada bayi, ada orang tua.
ada kehidupan, ada kematian
ada jadian, ada putus.
ada ayam Ki Ef Si nganggur, langsung ludes
loh? kok jayus? abaikan sajalah.
ya pokoknya intinya itu semua ga akan pernah sama lagi dah.

lalu kenapa?

nothing, ga ada masalah apa-apa sih. yaudah juga kan kalo ada ayam Ki Ef Si nganggur terus ludes.
tetep jayus, abaikan
cuma tiba-tiba aja gue mikir, setahun yang lalu gue ga pernah punya pemikiran sama sekali kalo gue akan kayak begini.
ga pernah gue kepikiran kalo ayam Ki Ef Si ludes terus itu jadi masalah kejayusan gue.
hidup jayus, tetep usaha sampe naik tingkat jadi lucu!
tapi kejayusan gue juga pasti lama-lama akan lucu, sama kayak yang lucu-lucu lama-lama jadi jayus, punya gue juga suatu saat pasti akan lucu.
tetep abaikan saja, cuma intermezzo, ga substansial banget.

tetapi tetap saja setahun yang lalu pun gue bener-bener ga pernah kepikiran bakalan kayak gini, terlepas dari ayam Ki Ef Si tentunya. gue ga nyangka aja berdasarkan flashback masa lalu, gue yang sekarang ini beda banget.
tentunya tambah lebih manis, hehe..
apa?! ga seneng ga usah dibaca <---- nyolot dikit
eh tapi bukan cuma gue doang sih, yang laen juga berubah, terutama sekeliling gue.
kehidupan gue yang dulu kerjaannya cuma makan tidur cengengesan jadi preman, sekarang di kostan cuma numpang tidur beberapa jam doang, makan pun kalo sempet aja.
alam yang dulu gue tinggalin, perlahan-lahan juga jadi tergeser menjadi alam yang ga gue kenal.
tapi yang paling nyesek sih orang-orang yang gue sayangin, perlahan-lahan satu persatu mulai ngejauh. entah mereka yang ngejauh, atau gue yang ngejauh. bahkan gue ga tau gimana sebabnya.

maka dari itu, coba berhenti sejenak dulu, liat sekeliling, syukurin apa yang sekarang ada, belom tentu besok hal itu masih ada.

simpel aja. gue suka banget yang namanya menyendiri dan tiba-tiba bersikap ansos. nah, saat-saat kayak gitu tuh, gue suka tiba-tiba bengong-bengong duduk-duduk sambil makan pinggir jalan setapak sepanjang TSM sampe Univ. yang sebenernya bukan jalan setapak, tetapi trotoar kagetan buat abang-abang tukang makanan di situ. sambil nikmatin pepohonan yang lumayan rindang yang uda jarang banget ada di Jakarta, dan untungnya kampus gue lingkungannya masih ngena ama yang kayak gitu-gituan. apalagi kalo hari minggu, sepi. pas banget buat merenung, mengingat masa lalu, mengingat cita-cita awal, mengingat semangat pertama kali nginjekkin kaki di grogol, mengingat kejadian-kejadian yang terfoto dengan manis di ingatan masing-masing orang yang bersangkutan..
kadang gue suka ampe merinding sendiri nginget-nginget kayak gitu, sensasinya sih nyenengin, tapi biasanya abis itu gue suka mules.
ah kata yang mengganggu, begitu pula aktivitasnya

tapi yasudah, kembali bahwa intinya itu sebenernya bukan masalah. apalagi buat orang yang enjoy dalam ngejalanin hidup, ga mikirin masa lalu ga mikirin masa depan, yang ada hanya dia dan saat ini, itu udah cukup.
tapi ya ga masalah juga kan kalo cuma sekedar ngingetin lagi bahwa ga akan ada yang pernah bisa keulang lagi.

so live your life to the fullest
be grateful for what you have now
laugh at the past
and smile for the future



Kamis, 23 Mei 2013

sekelebat saja

terkadang hidup akan terhenti sejenak untuk membiarkan gue merenung.. dan hal tersebut bisa jadi bagus, bisa jadi buruk. you know lah pemikiran orang kan beda-beda, lamunan orang juga beda-beda. ada orang yang suka ngelonjor piktor dkk, ada yang suka ngerencanain macem-macem mulai dari ngerencanain bom Jakarta atau bom Bali 3, ada juga yang ngerencanain bikin ramuan supaya dosen-dosen sidang skripsi di T*M klepek-klepek ngasih nilai A semua (amin!). tapi kalo gue, renungan gue bener-bener khusyuk banget kadang, bahkan bisa sampai muncul pertanyaan mengenai keeksisan Tuhan, dan itu bahaya, makanya gue bilang itu bisa jadi buruk. dan masih banyak lagi, you don't want to know about that, surely.

tapi kadang hidup gue juga terhenti sejenak buat merenung mengenai yang baik-baik kok O:)
sekedar hal simple seperti kenangan jalan kaki tiap pulang sekolah bareng sohib-sohib kecil gue misalnya, cuman pulang jalan kaki biasa habis sekolah, sambil cerita-cerita sambil isengin temen-temen sambil ketawa-ketawa di pinggir jalan yang berpohon rindang itu (sekarang udah ga rindang lagi), ga ada yang buruk tentang pemikiran itu kan, malah bikin kangen banget itu mah.

kangen. banget.
padahal kalo mau jalan kaki doang mah gue juga udah sering, mau bareng siapa kemana ngobrolin apa juga jadi deh. tapi itulah yang namanya kenangan, bisa disebut kenangan karena hal itu ga akan terjadi lagi. kalo gue dikasih kesempatan buat ngulang lagi kejadian yang sama tersebut, gue dengan yakin akan menolaknya :)
karena kejadian yang cuman sekali itulah yang ngebuat kenangan itu bisa menjadi sangat spesial. and that's happen to me :")


"if there ever comes a day when we can't be together, 
keep me in your heart, 
I'll stay there forever" 
-Winnie the Pooh-